Galeri Photo Terbaru
Agenda
13 December 2019
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Statistik
  Visitors : 99174 visitors
  Hits : 1009 hits
  Today : 32 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

satelitjaya    

Rayap                                                                                                                 

Rayap adalah serangga sosial anggota bangsa Isoptera yang dikenal luas sebagai hama penting kehidupan manusia. Rayap bersarang dan memakan kayu perabotan atau kerangka rumah sehingga menimbulkan banyak kerugian secara ekonomi. Rayap masih berkerabat dengan semut, yang juga serangga sosial. Dalam bahasa Inggris, rayap disebut juga "semut putih" (white ant) karena kemiripan perilakunya.Sebutan rayap sebetulnya mengacu pada hewannya secara umum, padahal terdapat beberapa bentuk berbeda yang dikenal, sebagaimana pada koloni semut atau lebah sosial. Dalam koloni, rayap tidak memiliki sayap. Namun demikian, beberapa rayap dapat mencapai bentuk bersayap yang akan keluar dari sarangnya secara berbondong-bondong pada awal musim penghujan (sehingga seringkali menjadi pertanda perubahan ke musim penghujan) di petang hari dan beterbangan mendekati cahaya. Bentuk ini dikenal sebagai laron atau anai-anai.

Pengendalian Rayap

Di Indonesia terdapat sekitar 200 jenis rayap, yang dapat diglongkan menjadi : rayap tanah, rayap kayu kering, rayap kayu lembab & rayap pohon. Rayap tanah (subterranean) adalah yang terbanyak dan paling berbahaya, dimana yang tercatat sebagai perusak kayu dan bangunan adalah

  • Coptotermes curvignathus
  • Schedorhinotermes javanicus
  • Microtermes inspiratus
  • Cryptotermes cynocephalus
  • Macrotermes gilvus

Jenis-jenis rayap tersebut mampu menyerang sasaran sejauh 200 meter dari sarangnya dan bangunan setinggi 27 tingkat.

Kemampuan Rayap untuk dapat hidup pada kedalaman sampai 6 meter di bawah permukaan tanah, menyebabkan mereka sulit untuk ditemukan.

Koloni rayap berkembang sangat pesat. Ratu rayap dapat bertahan hidup hingga 25 tahun dengan kemampuan menelurkan jutaan rayap setiap tahunnya.

Masa inkubasi relatif singkat, yaitu sekitar 2 minggu setelah menetas, yang terbagi menjadi beberapa kelompok tertentu, diantaranya :

  • Rayap pekerja
  • Rayap prajurit
  • Laron

Implikasi kerugian akibat serangan rayap yang sudah mencapai ratusan milyar pertahunnya tidak saja berpengaruh terhadap bangunan tetapi juga terhadap pemakai bangunan, lingkungan dan ekonomi nasinal.

Ada beberapa metode yang biasa kami gunakan dalam menanggulangi / mengendalikan rayap yaitu

  • Metode konvensional, dengan cara spraying dan injeksi termitisida (anti rayap)


  • Metode pengumpanan/Eliminasi, dengan bahan aktif hexaflumuron, Pengendalian rayap dengan pengumpanan dapat menghilangkan gangguan rayap secara menyeluruh tanpa merusak konstruksi bangunan dan tidak menggangu aktivitas pelangan, serta relatif aman terhadap lingkungan.